Now Playing Tracks

Pesan penanda sudahnya hujan

Selamat ,malam/pagi/siang bagi siapapun yang membaca ini.

Barusan saja, telah selesai aku tulis sebuah surat elektronik bagi sang tokoh masa lalu yang masih menghantui pikiran penulis hingga hari ini.

mungkin agak cukup panjang hal itu dituliskan, namun ternyata pesan tersebut sudah cukup membuat penulis yakin dan ingin mengatakan suatu hal secara resmi didepan publik.

penulis itu kini sudah mulai bisa bernafas puas dan tersenyum bebas, bukan karena ia telah menemukan yang lain sebagai pelarian, tapi bisa berdamai dengan masa lalu dan memutuskan untuk bersikap.

ya malam ini, dari dinginnya kota St. Petersburg, penulis dengan resmi menyatakan bahwa “Penulis sudah tidak mencintai, memiliki rasa dan mengharapkan sang tokoh masa lalu dalam kehidupannya dan untuk kedepannya”. Semua sudah selesai dan memang selesai secara paripurna karena satu insiden sederhana dan komitmen kecil yang dibuat selama menjadi mahasiswa di jogja.

Bismillah, berdamai dengan masa lalu itu sangat penting dan semoga Tuhan tunjukkan yang buruk untuk menyingkir dan mengawal yang baik dalam perjalanan untuk dipertemukan dengan waktu yang baik. Halo, Selamat Tinggal kamu yang dulu berarti dan selamat datang kehidupan baru dan penulis berjanji mempersiapkan kondisi terbaiknya untuk sang calon ibu dari anak anak nya. See You :)

Sajak untuk Kamu

Sesambi mengetik, gelas yang terisi kopi terus diminum setiap detik.

meski, kopinya sangat manis, ia tetap disebut kopi.

Menggerakkan kaki, lalu tak sengaja terkena duri.

meski berlumuran darah, ia tetap disebut kaki.

Sama seperti perasaan ini, sudah dipendam dan dihancurkan, berusaha untuk disingkirkan dan menolak dari kenyataan hingga kadang menyulitkan diri untuk hanya sekedar bilang “aku tidak ada apa apa”, ternyata itu tetap dinamakan perasaan untuk kamu.

Perasaan ini sepereti hukum energi, tak bisa dimusnahkan dan diciptakan, tetapi hanya bisa dialihkan dalam bentuk lainnya. Sajak sederhana ini, bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk pembaca, tapi untuk kamu sang penangkap makna. Sampai Jumpa

BIG FOOT !! - RDP -

Dear Reader,

Guide to Read*Selamat membaca salah satu tulisan saya lagi. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagi salah satu kisah dalam hidup saya yang akan saya jalani sebentar lagi dan saya menyebut bagian ini dengan judul “Big Foot”. Alasan kenapa saya memakai judul ini akan kamu pahami dalam membaca tulisan saya sampai selesai dan apabila di akhir nanti kamu juga belum memahami, maka ulangi baca di bagian yang ada kata “Big Step” nya. 

St. Petersburg, Rusia adalah kota yang akan sebentar lagi menjadi tempat pencarian ilmu selepas dari bangku kuliah strata satu di Fakultas Hukum UGM, Yogyakarta untuk saya. Kurang dari 1 bulan, Indonesia bukan menjadi pemandangan yang biasa akan saya lihat seperti hari ini, namun kota yang menjadi tempat belajar Vladimir Lenin lah yang akan menjadi santapan sehari-hari untuk saya.

Perjalanan nanti bukanlah perjalanan mencari kenikmatan, memotret pemandangan atau sekedar bercengkrama dengan orang orang baru. Perjalanan nanti adalah sebuah “Big Step” yang harus saya ambil dalam serangkaian perjalanan hidup saya. Bukan hal mudah untuk saya akhirnya memutuskan keluar dari zona aman disini dan menjalani hari hari saya nanti di Salemba, UI. Apalagi, saya tak tahu apa jadinya nanti setelah 3 tahun saya belajar di kota yang dianggap pusatnya paham kiri, komunisme dan sosialisme. Layaknya sebuah kenyataan, saya bagaikan orang miskin yang menempatkan pendapatan kecilnya untuk sebuah permainan judi dan berharap dapat hal besar. Saya menyebutnya, Judi Masa Depan.

Terbang jauh dari Indonesia, si negara kepulaan yang kecil terpojok dibawah ke hamparan dataran luas diatas Kazakhstan, Mongolia dan berdekatan dengan Finlandia. Berdasarkan peta dunia yang disepakati masyarakat dunia hari ini, begitulah gambaran sederhana dimana saya nanti akan berada. Begitu dekat bukan dalam peta, tetapi dalam realita semuanya hanya ilusi belaka.

Menuju ke pojok kiri perbatasan Rusia, disana ada kota kecil bernama St. Petersburg dan didalam kota itu ada St. Petersburg State University, dimana itu adalah kampus yang akan menjadi kawah pergolakan intelektual untuk saya.

Perjalanan nanti merupakan “Big Step” untuk saya dimana saya akan menghadapi hal-hal yang belum baru yang belum pernah saya hadapi. Oleh karena itu, saya tidak bisa mengambil “Big Step” ini. Saya memutuskan untuk menghentikannya.

Sejenak merenung, saya lalu sadar bahwa bukan berhenti yang saya butuhkan, tetapi sesuatu untuk melakukan sebuah langkah besar. Oleh karena itu, ketika saya ingin melakukan suatu langkah yang besar, saya harus memiliki kaki yang besar pula agar langkah tersebut tak terasa sulit untuk dicapai. Seperti “Big Foot” yang hanya menjadi pembicaraan antar kalangan dan belum meiliki bukti valid keberadaannya, saya ingin membuat “Big Foot” saya sendiri, meskipun belum ada kepastian apakah saya akan berhasil dalam langkah saya nanti, tapi keyakinan akan eksistensi itulah yang membuat “Big Foot” ada pada akhirnya. 

"Big Foot" hanya akan menjadi wacana dan imajinasi apabila hanya terus dikaji, tetapi "Big Foot" dapat diciptakan dan diperjuangkan bagi siapapun yang hendak mencarinya. "Big Foot" mampu membuat pribadi kita berani mengambil langkah besar dan meninggalkan jejak kaki besar yang nantinya orang-orang akan melihat jejak tersebut. Meninggalkan pertanyaan akan eksistensinya, keberhasilannya dan segala hal tentangnya.

Tulisan ini dibuat bukan untuk membanggakan diri atas apa pencapaian hari ini, tapi sesungguhnya merupakan curahan akan ketakutan dalam diri akan kegagalan yang terjadi dalam perjalanan nanti. Oleh karena itu, saya mohon doanya atas keselamatan dan kesuksesan selama menempuh perjalanan 3 tahun disana dan semoga saya mampu memiliki “Big Foot” saya sendiri.

Sincerely,

Rahmat Dwi Putranto

Pintu.

Sementara waktu berputar, dunia sekitar terus berjalan. Membawa sekelompok orang menuju ke permukaan. Tak pernah disangka-sangka tuhan selalu punya rencana, mampu menemukan hambanya dengan hamba yang lainnya. Ini bukanlah suatu tulisan tentang cinta tapi tentang suatu doa. Mengharap karya terindah dari sang pencipta menjadi milik seorang semata. Namun layaknya sebuah lukisan mahal, tak mungkin hamba lusuh miskin tak miliki harta mampu memilikinya, bahkan menatapnya sangatlah sulit. Oleh karena itu, memantaskan diri agar sejajar dan pantas untuk bersanding dengan lukisan mahal hukumnya harus dilakukan. Sekarang semuanya seperti ada tujuan, belajar dan bekerja ada motivasi untuk mengejar sesuatu.. Agar pantas memiliki lukisan mahal itu. Pertanyaannya hanya satu, maukah kamu membuka pintu itu untuk maju selangkah kedepan demi memantaskan dirimu?

Tuhan Punya Rencana

Terbiasa selalu ada yang menemani
Tuhan kini menguji kondisi yang selalu terjadi
Tuhan ingin tahu apakah dia tahan dengan sendiri
Tuhan pasti kasih ganjaran akan hambanya yang lulus uji
Ganjarannya semoga wanita ahli surga yang mampu menginspirasi
Wanita terbaik untuk menjadi pasangan sehidup semati
Terimakasih tuhan tanda itu semakin dekat dan hambamu pasti siap lebih bersabar lagi
Hingga nanti waktunya mengucap janji didepan sang wali :)

Momen awkward lagi salam salam an di waktu lebaran. :) rdp

The Intersection

Bagai di persimpangan, dihadapkan dengan banyak pilihan. Setiap pilihan membawa konsekuensi yg berbeda dan beban yg berbeda. Bukan hanya hal itu, setiap pilihan membawa tekanan dari orangtua yang berbeda dan harapan serta beban yg berbeda pula.

Pilih yang mana?

Jaringan Mediasi RDP

Sudah saatnya masyarakat harus paham, bahwa permasalahan hukum tidak harus diselesaikan melalui pengadilan. MEDIASI merupakan salah satu cara yang tepat untuk menyelesaikan suatu sengketa, baik dalam hal bisnis/korporasi atau perdata. Melalui pendekatan restorative justice, mengutamakan tercapainya kesepakatan para pihak dan mengenyampingkan perspektif memandang posisi siapa yang benar dan salah, MEDIASI mampu memberikan proses penyelesaian sengketa yang lebih baik dan memuaskan para pihak.

Jaringan Mediasi RDP yang bergerak dibawah naungan Yayasan LPIHM IBLAM terdiri dari mediator - mediator ahli yang bersertifikat resmi dari Pusat Mediasi Nasional. Proses penanganannya sederhana dan cepat serta dapat dilaksanakan dimanapun sesuai kesepakatan para pihak.

Pro Bono:
1 Tahun Gratis Konsultasi Kasus dan Mediasi untuk kasus perdata.
Hotline : 088802716912 (Rahmat)

**Terbuka untuk mediator baru yang ingin menjadi mediator di RDP Mediation Network.

We make Tumblr themes